Selasa, 22 Mei 2012

International Youth Exchange Korea 2012

Now we provide an opportunity for you who want to go to another country, especially Korea and want to have exciting experiences through a series of measures undertaken. Let’s join with International Youth Exchange Program. In addition you will also gain experience and opportunity to develop your creativity as a youth and make changes that can bring peace in this world with establish good relations with other countries.
Theme : Role of the youth towards World Peace and Reunification of Korea
Date: 11-20 August 2012
Venue: Seoul, Korea


How to join ?

  • If you want to join this program please send your CV and Letter “What is your motivation join to IYE Program?” by the latest  July 10th 2012 to Email Address: shintya.tya@gpfindonesia.org
Subscription: USD 1,700$ (Total cost, including airfare Jakarta-Seoul)
  • Or if you want to join this program you can also doing competition and make some project with your team (each group of 3 people) and win the free registration fee of IYE Korea 2012.

Unification project 2012, a global college students contest

Contest theme :

Innovative projects that will spread the wish and urgency for reunification.

Schedule :

  1. Start from May, form teams from IYE Participants
  2. Carry out project, up till July 10th and Submit results/final report by July 10th(powerpoint) Send to Email : shintya.tya@gpfindonesia.org
  3. Presentation and award ceremony on August 12 (during IYE)

Awards :

  1. Grand Prize (1 team) USD 1,500$
  2. Gold (2 teams) USD 1,000$
  3. Silver (3 teams) USD 500$
Encouragement Award (Rest of the teams that are not awarded as above) Presented participation gifts
Benefit: For the grand prize and gold prize winning teams, up to 3 people in each team will receive support / coverage of IYE fee.
 Organized by :

Masih Pentingkah Prospek Jurusan Kuliah? :P

Sekarang udah bukan jamannya lagi jurusan kuliah harus nyambung dengan dunia kerja. Sefavorit2nya jurusan, kalo skill gak ada mah sama aja boong! Yang terpenting sekarang tuh "SKILL" dan bagaimana melihat "PELUANG", bukan seberapa favorit universitas apalagi seberapa favorit jurusan.

Prabu Revolusi aja yang lulusan Fisika ITB jadi pembawa berita di salah satu stasiun TV nasional!
Bondan Prakoso yang lulusan D3 Sastra Belanda UI aja jadi penyanyi !
Hanum Rais yang lulusan kedokteran gigi UGM jadi jurnalis!
Dian Sastro aja yang lulusan Sastra Inggris UI malah jadi aktris!
hmm.. apalagi ya?? banyak deh!

Jadi masih pentingkah prospek jurusan kuliah? :P

Selasa, 15 Mei 2012

Dari Penderita Epilepsi Ini, Saya Belajar


DARI PENDERITA EPILEPSI INI, SAYA BELAJAR


Sebenarnya apa itu kreatif?

Apakah kreatif adalah di saat kita bisa menyulap dari benda usang menjadi suatu hal yang baru?

Atau adakah pengertian yang lain?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kreatif termasuk ke dalam kata sifat yang bermakna, memiliki daya cipta, hasil daya khayal, dan merupakan hasil buah pikiran atau kecerdasan manusia. Artinya, siapa saja yang memiliki hal-hal seperti yang disebutkan maka itulah yang dinamakan dengan orang kreatif. 

Itu menurut KBBI. Tetapi bagi saya kreatif adalah abstrak. Kreatif tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata semata tetapi identifikasi mengenai apakah seseorang ‘kreatif’ atau ‘tidak’ akan terlihat jelas perbedaannya sebelum kita melihatnya dari sisi berbeda.

VAN GOGH DAN ARTI KREATIF SEBENARNYA

Berbicara tentang kreatif, saya jadi teringat dengan lelaki epilepsi dan penderita skizofrenia asal Belanda. Dari sini saya mengenal orang Belanda dalam sisi yang lain, yakni kreatif dan dari sini pulalah saya belajar banyak tentang apa pengertian kreatif yang sebenarnya. Perkenalan kami sederhana, hanya dimulai dari pelajaran kesenian waktu SMP. Bu Wazdah, guru kesenian SMP saya-lah yang turut berperan. Beranjak dari hal itulah saya mencoba mencari tahu dirinya lebih dalam melalui internet.

Adalah Vincent Van Gogh, orang kreatif asal Belanda yang saya maksud. Namanya sudah tak asing lagi dalam sejarah tokoh dunia. Dialah seorang pelukis kenamaan Belanda yang berkat karya-karya kreatifnya mampu membawa nama Belanda ke tingkat dunia. Beberapa karya yang pernah diciptakannya adalah Pemakan Kentang (1885), Bunga-bunga Iris (1889) hingga Potret Dr. Gachet (1890) yang merupakan hasil karya dengan penjualan tertinggi.

Di samping itu, ada lagi satu karyanya yang ia buat tidak sekadar menggoreskan kuas, melainkan dari lukisan tersebut ia juga hendak menyampaikan pesannya. Potato Eaters adalah salah satu lukisannya yang cukup menarik perhatian. Lukisan ini menggambarkan realitas sehari-hari para pekerja kasar yang diambil berdasarkan hasil riset yang mendalam pada kehidupan muram para petani ladang. Sampai-sampai para pengamat menyebut karya tersebut sebagai puncak maha karya Vincent van Gogh dalam periode black realism dan periode selanjutnya.

***

Dari Van Gogh saya belajar bahwa untuk menjadi orang kreatif tidak hanya diperlukan ‘kecerdasan’, tetapi juga diperlukan ‘misi’ dari apa yang hendak kita sampaikan dari kreativitas yang kita buat. 

***

Van Gogh adalah salah satu dari sekian banyaknya pelukis dunia yang sukses. Kendati demikian, ia tidak melupakan dirinya untuk melakukan kegiatan sosial. Ia sering menyedekahkan sebagian hartanya dan berjuang untuk warga Borinage, sebuah daerah yang kotor dan miskin.  

***

Dari Van Gogh saya belajar bahwa siap kreatif berarti siap pula memiliki tanggung jawab yang tinggi kepada orang sekitar. Apa yang kita dapat dari kreativitas kita itulah tanggung jawab kita kepada mereka yang membutuhkan.

***

Namun apa daya, ternyata Tuhan berencana lain. Van Gogh didiagnosa oleh dokter menderita penyakit epilepsi yang cukup parah. Ia juga dikabarkan memotong telinganya sendiri lantaran mengalami tekanan jiwa. Nah inilah yang saya saluti darinya. Ternyata keadaan tidak mengekang dirinya untuk terus berkarya, malah justru sebaliknya. Meski ia menghabiskan masa hidupnya di RS Paul-de-Mausole di Saint-Rémy-de-Provence, Perancis lantaran sakit jiwa, ia tetap melukis. 

***

Terakhir, dari Van Gogh saya belajar bahwa kreativitas tidak akan pernah mati.* 


*Ditulis oleh : Noval Kurniadi 

Koran Vertikal, Koran Gaul Ala Belanda

Pernahkah anda melihat pengalaman seperti pada gambar di atas?

Atau justru pernahkah anda mengalaminya sendiri?

Anda hendak membaca koran di tempat umum tetapi orang di sebelah anda juga turut membaca koran. Alhasil begitu anda atau orang di sebelah anda hendak membuka lembar halaman koran berikutnya, terpaksa tangan anda atau tangannya harus tumpang tindih satu sama lain. Terlebih jika tempat duduk yang anda dan orang di sebelah anda duduki sempit, jelas akan ada kesan negatif yang didapatkan ; tidak nyaman!

Tapi.. itu sih cerita lama.. Sekarang? Tak usah khawatir! 

Semakin berkembangnya zaman, semakin berkembang pula pola pikir dan kreativitas manusia. Maka wajar saja jika pada zaman sekarang apa-apa lebih mudah ketimbang pada masa lampau. Termasuk ketika kita hendak membaca koran dan kebetulan bersebelahan dengan orang yang juga membaca koran, kita juga sudah tidak perlu risih lagi. Belanda berdiri di barisan paling dalam dalam terobosan ini.

Kata koran diadopsi dari Bahasa Belanda yakni krant dan Perancis yakni courant. Koran memiliki peranan penting di dunia. Tidak serta merta sebagai penyampaian informasi kepada masyarakat, tetapi juga sebagai wadah bagi masyarakat untuk mengeluarkan opini. Koran adalah salah satu cara untuk menggenggam dunia.

Kiranya kebutuhan akan keberadaan media cetak benar-benar diperhatikan oleh negeri tulip. Telegraaf Media Groep, sebuah perusahan media dari Belanda menjawab tantangan ini melalui terobosan baru ; koran vertikal.

Terobosan Belanda ini saya temui di youtube. Iseng-iseng saya browsing di youtube sampai pada akhirnya saya menemukan sebuah video menarik dengan durasi 1.55 menit. Dengan judul “Vertical Newspaper – Innovative Idea from Netherlands”, video tersebut menggugah saya untuk menyaksikannya.

Mulanya video yang diunggah oleh forum4editors dibuka dengan kalimat bertuliskan “Innovative Idea : Vertical Newspaper”. Lalu dilanjutkan dengan presentasi Peter Bluijs, pihak Telegraaf Media Groep yang menjelaskan tentang latar belakang mengapa koran vertikal perlu diciptakan. 

Pada cuplikan berikutnya ditampilkan tiga orang sedang duduk bersebelahan. Dua pria dan satu wanita. Mereka sama-sama membaca koran. Sayangnya mereka harus bersinggungan satu sama lain ketika membaca koran. Nah disinilah ide itu bermula.

Sembari memainkan kotak musik mini, Peter menjelaskan mengapa koran tidak dibuat secara vertikal saja? Pasti akan didapatkan berbagai kemudahan. Ternyata benar saja, pada menit ke-1, ditampilkan hasil bagaimana jadinya setelah koran vertikal diciptakan. Dalam cuplikan kali ini salah seorang dari mereka, yang ternyata adalah Peter tengah membaca koran secara vertikal sehingga tidak tumpang tindih. Sontak hal ini menarik perhatian bagi dua orang di sebelahnya!  Kalau kata Tukul Arwana, “Amazing!”

Tak bisa dipungkiri, Belanda adalah negara yang kreatif. Hal-hal yang tidak kepikiran oleh orang banyak tetapi bisa mengubah dunia. Jadi jika biasanya kita membaca koran dengan membuka halaman dari kanan ke kiri, dengan koran vertikal justru sebaliknya. Kita membolak-balik halaman dari bawah ke atas!

Memang sih kelihatannya hal kecil tetapi justru dari hal-hal yang kecil inilah yang bisa menginspirasi dan mengubah dunia. Selain hemat tempat, koran gaul ala Belanda ini juga lebih efektif untuk dibaca di tempat umum! Amat cocok dengan kondisi Indonesia yang padat penduduk!  

Tanpa harus melupakan asal-usul darimana terobosan koran vertikal, kira-kira kapan ya koran vertikal terbit di Indonesia?

*Ditulis oleh ; Noval Kurniadi

Selasa, 01 Mei 2012

Yeay!! I'm Selected!! ~~D

Sumpah! Enggak nyangka!! Gue enggak mimpi kan? Gue terpilih sebagai salah satu dari 400 pemuda di seluruh dunia untuk menghadiri GYCS (Global Youth Cultural Summit) 2013 di Jakarta!!  Gimana enggak, katanya ada 900 orang yang mendaftar dan hanya ada 400 calon kandidat yang lolos seleksi. Kabar baiknya, gue adalah salah satu dari 400 orang yang terpilih itu! Ini di luar dugaan gue! Alhamdulillah banget.. Terima kasih Allah, Thanks GYCS!! ~~D Untuk temen-temen baru gue, see U in Jakarta next year!! :D Berikut adalah isi email yang menyatakan kalo gue terpilih sebagai delegasi GYCS 2013 :))

 

Congratulations on being selected for GYCS!

Congratulations  Noval Kurniadi! You have been selected among the 400 youth to attend the inaugural 2013 Global Youth Cultural Summit (GYCS) on the UN Millennium Development Goals (MDGs). We were very happy to learn more about your ideas to help accelerate progress on the MDGs in your entry to the competition. Yours was selected among hundreds of other applications as one of the most relevant and creative. We are excited to welcome you here in Jakarta on 16-21 August 2013 for a global summit that will gather youth from all corners of the globe to discuss and debate on the way forward for positive and sustainable global development. 
To this effect, we are happy to inform you that you will be awarded free accommodation and meals during the whole summit (16-21 August 2013).

Why was the Summit moved to 2013?

There are three reasons behind this decision. We believe these ultimately work for your benefit.
Firstly, the Indonesian National Standard Protocol has demanded greater coordination with certain ministries of the Indonesian government working on the MDGs between their agenda and that of GYCS. For this reason, more time was required to prepare and coordinate our efforts to ultimately be able to integrate your ideas and the results of the sessions at the Summit into the country's plan for MDG implementation.  This is a golden opportunity for you change makers thirsty for real impact!

Secondly, GYCS will be different from other conferences. GYCS will be about results and follow-up. We therefore encourage participants to start materializing or building upon their ideas today and seek support from their home government or NGOs in their home country this year in preparation for presentations on progress and results at the conference in 2013. In this regard, GYCS2013 will be a celebration of concrete progress and an inspiring debate about the future!

Lastly, as the icing on the cake, there are plans for participants to take part in the Indonesian Independence Day celebrations as guests of a prominent government leader on 17 August 2013. We are very excited about this and we think you will love it!

What now?

Three Things:
1) First of all, you should start preparing your trip to Jakarta.
We now invite you to purchase your flight tickets to Jakarta and/or start your fundraising activities to finance them as soon as possible. You will have until 1 May 2013 to submit us your travel itinerary with arrival and departure information at travel@gycs2013.com. You should plan to arrive at Soekarno-Hatta International Airport on 16 August 2013 and depart on 21 August 2013.
For international participants, we also invite you to start the process of applying for a visa (if need be - please consult the Indonesian embassy in your country to that effect) as soon as possible. Visas and flights into and out of Jakarta remain your responsibility.
Should you not contact us in time with your flights details and confirmation of ability to travel to Indonesia (visa requirements fulfilled), we will offer your place to one of the hundreds of youth on the GYCS waiting list.
2) We will need a reference letter in English from your organization (work place), university (or educational institution) or government supporting your participation at GYCS. This letter has to confirm the duration of your stay in Indonesia, clearly indicate whether you will extend your stay beyond the conference, and confirm that you will return to your home country afterwards. We ask you to send this in Word or PDF format along with your travel documents by 1 May 2013 at travel@gycs2013.com
3) We invite you to stay connected with us throughout 2012 and until the Summit next year. We will seek to get your insight and suggestion for the conference as well as inform you of potential pre-Summit activities.
For these purposes, we invite you to join our group on The Humanitarian Social Network at http://itsonehumanity.org/group/gycs2013 if you haven't already.
We also invite you to follow us via twitter (@GYCS2013 / #GYCS) and to like our page on facebook.
We look forward to welcoming you in Jakarta!
- GYCS Committeewww.gycs2013.com